Termorex Plus untuk Bayi, Awas Bahayanya!

Termorex Plus merupakan obat penurun panas anak yang diproduksi oleh Konimex. Obat ini berbentuk sirup dengan rasa jeruk dan tidak pahit sehingga orang tua lebih mudah memberikannya kepada si kecil. Obat ini juga tidak mengandung alkohol sehingga aman untuk balita dan anak-anak.

Selain untuk mengatasi demam, Termorex Plus juga bisa digunakan untuk meredakan gejala flu serta batuk berdahak. Dilihat dari khasiatnya, ibu dan ayah harus selalu sedia Termorex Plus di rumah dan bisa jadi pertolongan pertama ketika si kecil sakit. 

Lantas bolehkah memberikan Termorex Plus untuk bayi? Simak penjelasannya berikut ini. 

Kandungan Termorex Plus

Setiap satu sendok takar (5 ml) Termorex Plus mengandung parasetamol 120 mg, pseudoefedrin HCl 7,5 mg, guaifenesin 25 mg, dan klorfeniramin 0,5 mg. 

Parasetamol merupakan pain killer atau pereda nyeri yang bisa digunakan untuk mengobati berbagai jenis nyeri pada bayi berusia di atas 3 bulan, anak-anak, hingga orang dewasa seperti sakit kepala, sakit gigi, dan sakit tenggorokan. Parasetamol juga bisa untuk meredakan demam, sehingga bahan ini banyak ditemukan di obat penurun panas.

Pesudoefedrin HCl merupakan dekongestan yang bekerja dengan cara mempersempit pembuluh darah untuk mengurangi pembengkakan dan kemacetan lendir atau dahak. Obat dengan kandungan bahan ini dapat digunakan untuk meredakan hidung tersumbat sementara dan nyeri sinus yang disebabkan oleh infeksi seperti pilek dan flu, alergi, dan bronkitis. 

Guaifenesin memiliki fungsi yang sama dengan pseudoefedrin HCl yaitu melegakan pernapasan dan tenggorokan akibat pilek atau flu. Guaifenesin sering dikombinasikan dengan obat batuk lainnya dan dijual sebagai obat flu yang disertai batuk berdahak. 

Terakhir ada klorfeniramin. Klorfeniramin adalah antihistamin yang digunakan untuk mengobati bersin, hidung dan tenggorokan gatal, mata berair, dan pilek yang disebabkan oleh alergi atau flu biasa. 

Dosis penggunaan

Termorex Plus merupakan obat bebas terbatas yang bisa dibeli di apotek tanpa resep dokter. Obat ini aman digunakan untuk anak usia 2 hingga 12 tahun dengan dosis sebagai berikut:

  • Anak usia 2 hingga 5 tahun: 5 mL sebanyak 3 kali/hari.
  • Anak usia 6 hingga 12 tahun: 10 mL sebanyak 3 kali/hari.

Sebaiknya berikan obat setiap setelah makan pada jam yang sama. Kocok obat sebelum digunakan. 

Efek samping yang harus diperhatikan

Setelah meminum Termorex Plus, anak mungkin akan merasa mengantuk. Biarkan anak untuk beristirahat untuk membantu pemulihannya. 

Selain kantuk, efek samping lain yang mungkin timbul berupa:

  • Gangguan pencernaan seperti mual, kram perut, dan muntah.
  • Jantung berdetak dengan cepat.
  • Mulut kering.
  • Gelisah hingga susah tidur.
  • Gemetar.
  • Sulit berkemih.

Hentikan pengobatan dan segera temui dokter jika efek samping tak kunjung hilang atau semakin memburuk.

Bisakah Termorex Plus digunakan untuk bayi?

Meskipun kandungan parasetamol dalam obat aman diberikan pada bayi di atas 3 bulan, komposisi obat lainnya tidak disarankan untuk diberikan pada anak dibawah usia 2 tahun. 

Memberikan obat pada kelompok usia yang tidak disarankan bisa menimbulkan efek samping serius bahkan mengancam jiwa untuk si kecil. Karena itu, apabila anak Anda berusia dibawah 2 tahun dan terkena demam atau flu, lebih baik berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat. 

Selain bayi, obat ini tidak boleh diberikan pada anak dengan kondisi:

  • Hipersensitif atau alergi terhadap salah satu komponen obat ini.
  • Memiliki gangguan fungsi hati atau ginjal yang berat.
  • Diabetes.
  • Pasien dengan riwayat hipertensi berat.
  • Pasien penyakit jantung.
  • Pasien yang mengalami hipertiroid atau glaukoma (tekanan pada bola mata).

Catatan

Termorex Plus umumnya aman dikonsumsi oleh balita dan anak-anak, namun tidak untuk bayi. Jika ingin memberikan Termorex Plus pada anak dibawah 2 tahun, konsultasikan lebih dahulu dengan dokter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *